Buntut Kematian Dua Mahasiswa, Pihak UIN Malang Bubarkan Ukm Pagar Nusa

Buntut kematian dua Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang saat mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Pagar Nusa. Pihak Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menghentikan dan membubarkan Ukm Pagar Nusa di kampus tersebut.

Buntut Kematian Dua Mahasiswa, Pihak UIN Malang Bubarkan Ukm Pagar Nusa

agropolitan.tv -Buntut kematian dua Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang saat mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Pagar Nusa. Pihak Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menghentikan dan membubarkan Ukm Pagar Nusa di kampus tersebut.

Buntut kematian dua Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang saat mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Pagar Nusa. Pihak Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menghentikan dan membubarkan Ukm Pagar Nusa

Pernyataan resmi pembubaran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Pagar Nusa disampaikan langsung oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang saat menghadiri kegiatan rilis yang digelar Kepolisian Resort Kota Batu. Dalam rilis tersebut, petugas juga menghadirkan pihak keluarga korban baik dari keluarga Lamongan maupun keluarga Bandung.

Pernyataan resmi tersebut, disampaikan menyusul adanya tragedi tewasnya dua Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  Malang saat mengikuti pendidikan dan latihan penerimaan anggota baru UKM Pencak Silat Pagarnusa pada 6 Maret lalu.

Isroqunnajah, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menyatakan bahwa, keputusan pembubaran UKM Pagar Nusa diambil usai dilakukan rapat bersama Pimpinan Universitas. Selain itu, dalam rapat juga diambil keputusan bahwa pihak Universitas bersedia untuk kooperatif jika ditemukan unsur pidana pada kasus ini. 

Diketahui, dalam kasus ini pihak Kepolisian Resort Kota Batu telah menaikkan penanganan perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Dari hasil penyidikan, petugas menemukan barang bukti handphone dan laptop berisikan dokumentasi kegiatan diklat. Artinya, petugas masih terus melakukan penyidikan dan penegakan hukum lebih lanjut meski menyusul permintaan keluarga korban asal Bandung yang menganggap bahwa terdapat kejanggalan atas kematian korban bernama Miftah.

 

Ary Punka Aji Atv