Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Mahasiswa UIN

Kasus tewasnya 2 Mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang saat mengikuti Diklat Ukm dan pembaiatan anggota baru Pencak Silat Pagar Nusa, terus berlanjut. Petugas Kepolisian hingga kini masih melakukan penyidikan, bahkan memanggil keluarga korban untuk menyampaikan keterangan resmi. Dalam rilis tersebut, keluarga korban meminta penegakan hukum terus berlanjut lantaran kasus tersebut masih menyisakan teka teki.

Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Mahasiswa UIN

agropolitan.tv -Kasus tewasnya 2 Mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang saat mengikuti Diklat Ukm dan pembaiatan anggota baru Pencak Silat Pagar Nusa, terus berlanjut. Petugas Kepolisian hingga kini masih melakukan penyidikan, bahkan memanggil keluarga korban untuk menyampaikan keterangan resmi. Dalam rilis tersebut, keluarga korban meminta penegakan hukum terus berlanjut lantaran kasus tersebut masih menyisakan teka teki.

Kepolisian Resort Kota Batu menggelar rilis kasus kematian dua Mahasiswa UIN Malang yang meninggal saat mengikuti kegiatan Ukm Pagar Nusa. Keluarga Mahasiswa UIN Malang  bernama Mifta Riski Pratama asal Bandung mendatangi Polres Batu. Kedatangan keluarga korban meminta Petugas Kepolisian Resort Kota Batu untuk menegakan hukum terkait kasus kematian Mifta Riski Pratama Mahasiswa UIN Malang Asal Kota Bandung saat mengikuti Unit  Kegiatan Mahasiswa (Ukm) pembaiatan penerimaan anggota baru Pencak Silat Pagar Nusa di Coban Rais Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu pada tanggal 6 Maret lalu.

Muhammad Sharif, keluarga korban Miftah asal Bandung menyampaikan bahwa meski kejadian ini merupakan musibah namun penegakan hukum harus tetap di jalankan. Karena musibah yang di alami Mifta Riski Pratama meninggal saat mengikuti pembaiatan Pencak Silat Pagar Nusa terdapat kejanggalan seperti surat hasil visum luar dari Rumah Sakit hingga saat ini pihak keluarga belum mengetahui seperti apa hasil visum tersebut.

Kejanggalan lain juga terjadi pada keterangan ayah kandung Miftah, yang mendapati bahwa korban mengalami pendarahan pada telinga dan hidung. 

Terkait permintaan  penegakan hukum dari keluarga korban, kepolisian akan tetap melanjutkan penyidikan fokus pada mencari sebab kematian korban asal Bandung, dan hingga kini Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti berupa handphone dan laptop dari tangan panitia.           

Sementara akibat kejadian pembaiatan anggota baru Pagar Nusa yang menyebabkan dua Mahasiswa UIN Meregang Nyawa Kepolisian Resort Kota Batu telah lengkap memintai keterangan sebanyak 44 saksi. Jika dari hasil penyidikan di temukan unsur tindak pidana kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tersangka akan dijerat pasal 359 KUHP tentang tindak pidana kelalaian  dengan ancaman diatas lima tahun penjara.

 

Ary Punka Aji Atv