Ketentuan Baru PPDB Jatim 2021

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mensosialisasikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di salah satu hotel di Kota Batu. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan kebijakan baru pada 5 jalur sistem PPDB 2021.

Ketentuan Baru PPDB Jatim 2021

agropolitan.tv -Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mensosialisasikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di salah satu hotel di Kota Batu. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan kebijakan baru pada 5 jalur sistem PPDB 2021.

Dinas Provinsi Jawa Timur Provinsi Jawa Timur mensosialisasikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di salah satu hotel di Kota Batu Senin Malam.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh Cabang Dinas Pendidikan Seluruh Wilayah Kabupaten, Kota se-Jawa Timur Ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi menyampaikan sejumlah kebijakan untuk mengakomodir keinginan dari daerah.

Kebijakan tersebut mengatur tersebut tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Selain itu, juga mengatur pada Jalur Sistem PPDB, seperti Jalur Prestasi Akademik, Non Akademik, Afirmasi , Zonasi, Raport, hingga perpindahan tugas orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan bahwa perubahan terdapat pada Jalur Afirmasi, dengan kuota 15 persen kini peruntukkan kepada penyandang disabilitas yang sebelumnya masuk pada Sistem Zonasi.

Kedua, pada jalur perpindahan tugas orang tua, jini juga menampung anak tenaga pendidik atau pengajar serta tenaga kesehatan khusus covid-19 dengan kuota 5 persen.

Ketiga, pada Jalur Prestasi Lomba dengan kuota 5 persen, yang sebelumnya berjenjang dan dilaksanakan oleh Pemerintah atau Organisasi Lembaga yang bekerjasama dengan Pemerintah. Namun tahun ini tidak.

Selanjutnya, Jalur Prestasi Akademik dengan kuota 25 persen. Jalur ini mengambil nilai rapor pada semester 1-5 dengan nilai 70 persen. Selain itu, indeks dari akreditasi sekolah dengan bobot 30 persen.

Dan kebijakan terakhir adalah terkait Sistem Zonasi dengan kuota 50 persen. Untuk SMA, Sistem Zonasi tidak ada perubahan. Namun kini Sistem Zonasi juga diberlakukan kepada SMK dengan kuota 10 persen.

Wahid juga menjelaskan tentang surat keterangan domisili pada 2021 diperketat. Surat hanya diberikan pada kondisi tertentu, seperti terdampak bencana alam dan sosial.

Diketahui, lulusan MTS dan SMP Se-Jawa Timur saat ini sebanyak 579.599 siswa. Sementara, kapasitas SMA dan SMK hanya 37 persen. Dengan adanya kondisi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengambil kebijakan untuk mengakomodir keinginan di daerah.

 

 

Ary Fitriaji Atv