Tak Larang Kegiatan Ibadah Selama Ramadhan Walikota Hanya Minta Prokes Dijalankan

Pemkot Batu melakukan rakor evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap V bersama Pemprov Jatim dan juga daerah lainnya di Jawa Timur. Walikota Batu Dewanti Rumpoko menegaskan tak ada larangan kegiatan peribadatan selama Ramadhan, hanya saja wajib menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, pembatasan jumlah jamaah, dan wajib masker. Terkait larangan mudik, Walikota minta warga mematuhi peraturan Pemerintah Pusat.

Tak Larang Kegiatan Ibadah Selama Ramadhan Walikota Hanya Minta Prokes Dijalankan

agropolitan.tv -Pemkot Batu melakukan rakor evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap V bersama Pemprov Jatim dan juga daerah lainnya di Jawa Timur. Walikota Batu Dewanti Rumpoko menegaskan tak ada larangan kegiatan peribadatan selama Ramadhan, hanya saja wajib menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, pembatasan jumlah jamaah, dan wajib masker. Terkait larangan mudik, Walikota minta warga mematuhi peraturan Pemerintah Pusat.

Rapat evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (Ppkm) Mikro dilakukan secara virtual di rupatama Balaikota Among Tani. Selain Kota Batu ada sejumlah Kabupaten dan Kota yang turut mengikuti rakor evaluasi bersama Pemerintah Provinsi Jatim dan juga Kodam V Brawijaya.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko dalam paparannya mengatakan jika dibandingkan PPKM Mikro tahap 1, 2, 3 hingga 4. PPKM Mikro tahap ke-5 menunjukkan penurunan trend pasien terkonfirmasi positif, kesembuhan rata-rata 2 orang per hari dengan persentase 90%.  Adanya angka kematian 2 kasus yang terkonfirmasi positif dalam beberapa hari terakhir di Desa Sumberbrantas, menyebabkan zona kuning di Kota Batu mengalami penambahan.

Mengatisipasi penambahan kasus di Bulan Suci Ramadhan, Pemkot Batu tidak melarang kegiatan peribadatan seperti shalat taraweh dan tadarus. Hanya saja pihak Pemkot mengimbau kepada seluruh Desa, Kelurahan untuk memperketat dan memantau pemberlakuan protokol kesehatan di Masjid dan Musholla.

Untuk persiapan lebaran, mudik dan libur panjang. Sebagai Kota Wisata, Pemkot Batu telah memprogramkan vaksinasi bagi pelaku usaha di Kota Batu. Sedangkan untuk pendatang yang ke Kota Batu dihimbau untuk menunjukkan hasil vaksinasi dan rapid antigen.

Asops Kodam V Brawijaya  Kolonel Inf Handoko Prasetyo memberikan apresiasi atas antisipasi yang dilakukan Pemkot Batu untuk menekan penambahan kasus. Asops Kodam V Brawijaya juga menghimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama Ramadhan, mengintensifkan pembersihan Masjid dan Musholla, menggunakan sajadah masing-masing saat tarawih dan tidak melaksanakan Sahur On The Road.           

Sementara itu Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono mengapresiasi langkah Pemkot Batu terkait penerapan prokes selama Ramadhan dan juga mengantisipasi libur dan mudik lebaran, dimana Kota Batu pasti akan sangat ramai karena merupakan Kota Wisata. 

Walikota Batu Dewanti Rumpoko sendiri selama Ramadhan tidak melarang kegiatan peribadatan seperti tahun lalu, karena pertumbuhan dan penyebaran covid-19 relatif sudah bisa dikendalikan. Hanya saja Dewanti meminta seluruh tempat ibadah wajib menerapkan protokol kesehatan. Dewanti menghimbau masyarakat terutama Takmir Masjid menaati aturan ini agar tidak ada pelarangan kegiatan selama Ramadhan. Dewanti juga meminta agar masyarakat yang tidak enak badan dan lansia untuk tidak melakukan ibadah berjamaah ke masjid. Terkait larangan mudik, Dewanti minta masyarakat mematuhi peraturan Pemerintah Pusat.

 

           

           Ary Punka Aji Atv